Sadajiwa

Pada lebat belantara kota
Sepi dan sendu, ku lagukan merdu
Pada semua gurau yang menguap menyisakan parau
kusertakan rayuan yang masih malu-malu

Pada lirik-lirik yang ragu ini
Rindu tetap melaju
menyeruput telingamu penuh seru
Pada setiap waktu yang berlalu dalam jemu
biarkan semua suara tetap merdu.

***


Kalinda yang mengiris arnawama kala senja
dalam sisihan bulir rintik mengecup bumi
merambat rindu pada kecup-kecupnya
meronta- 

memaafkan dendam


Pintu tidak lagi sama,
tidak mengeser dan ada
Apakah barisan awan senja tetap sedia kala,
dalam penantian purnamanya.


Jaya A. Saputra.








Nb: Credit poems to Jingga in Opening Song Tidurlah by Payung Teduh Yamaha Music Live and Loud. Beli CD nya ya, jangan kayak saya malah ngambil di yutub.
Dan, Saya kehabisan inspirasi dan sedang sibuk sendiri diujung selasar gelap, jadi mungkin ini obrolan terakhir untuk tiap-tiap Penikmat yang ingin memastikan sesuatu atau hanya lewat.
Mari, sehat selalu ya. :)





Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar