Saya kehabisan rasa.

Aku tidak tahu mengapa, aku
merasa agak melankolik sekali malam ini
menginjak pedal dikaki pelan-pelan
menyesap menyusuri jalanan.

Disini, terasa sakit sekali.
Bahwa aku benar-benar sampai hati.
Membiarkan kamu lalu orang setelahnya
hanya duduk meratapi jalanan dalam
kotak beroda.

Lalu tiba didepan dari sana seorang raja,
yang didekap pelan oleh ayahnya, di antara
senyap dingin berdesir angin mengiris rusuk,
menggenggam botol susu dingin dalam
pakaian lusuh debu, diantara
dahi pipi- siku nya legam hitam.

Di sini terasa sakit sekali,
Bahwa aku tidak punyai muka menemui
mereka dan bersunggut meminta ampun.
Nuraniku meronta, menyobek hening diantara
kaca legam tembus suara.

Tolong maafkan, maafkan
kami semua yang tidak punyai muka.
Pada kamu, yang tidak lupa tidak meminta dikasihani tatapannya.
Aku besertamu, kaki-kaki kokoh yang mengiris trotoar membeku.



Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar